Wastra Toraja Menapaki Runway di Depan Tongkonan

Ketika Tradisi Berjalan Anggun di Panggung PKK

Penulis : Anny Marimbunna
Foto : Dokumentasi Anny Marimbunna & PKK Torut
Lokasi : Museum Ne’ Gandeng, Toraja Utara
Tanggal : 17 Oktober 2025

Deretan lumbung tongkonan berdiri megah di halaman Museum Ne’ Gandeng, Toraja Utara. Di antara rumah adat kebanggaan orang Toraja, langkah-langkah anggun para Ibu PKK berayun di atas runway alami beralaskan tanah leluhur.
Bukan di panggung kaca kota besar, tetapi di ruang budaya tempat tradisi dan modernitas berpadu dalam harmoni.

“Kami ingin menunjukkan bahwa wastra Toraja bisa hidup di berbagai panggung, dari ritual adat hingga fashion street. Setiap kain membawa cerita, dan setiap desain adalah cara baru untuk bercerita, ujar Ola Bendon dan Jeni T Bua "Desainer Lokal Toraja dan juga Pelaku UMKM"

Pesona di Antara Tongkonan
Dengan penuh percaya diri, para peserta — mulai dari Ketua TP PKK Kabupaten Toraja Utara, Ny. Damayanti B. Palimbong, S.IP., MA, hingga para pengurus — tampil dalam parade busana berbahan wastra Toraja.
Tenun Toraja dan Motif sarita yang khas berpadu dengan potongan modern, menghadirkan narasi visual tentang perempuan, budaya, dan keanggunan yang hidup.


Pesona Wastra Toraja di depan tongkonan Museum Ne’ Gandeng — ketika budaya dan kreativitas berpadu di panggung terbuka Jambore & HKG PKK ke-53.

Kreativitas yang Tumbuh dari Daerah
Parade fashion ini juga menjadi ruang bagi desainer lokal Toraja & UMKM untuk menampilkan karya yang memadukan wastra tradisional dengan konsep busana siap pakai (ready to wear).
Inovasi ini menandai munculnya fashion street budaya — sebuah perayaan mode yang berakar pada nilai lokal namun terbuka bagi pembaruan.



Motif sarita khas Toraja dikreasikan menjadi busana modern karya desainer lokal Toraja Utara.

Perempuan Sebagai Penjaga dan Pencipta Tradisi
Ketua TP PKK Toraja Utara, Ny. Damayanti B. Palimbong, S.IP., MA, menyebut parade ini sebagai bentuk nyata cinta pada budaya dan dorongan terhadap industri kreatif daerah.
“Pelestarian budaya tidak harus kaku. Justru lewat kreativitas, wastra Toraja bisa semakin dikenal dan dicintai lintas generasi,” ujarnya.
Parade ini juga memperlihatkan peran perempuan Toraja bukan hanya sebagai penjaga tradisi, tetapi juga pencipta masa depan yang lebih berdaya, produktif, dan berkarakter


Para peserta Parade Fashion Show berpose bersama di depan tongkonan, menutup Jambore dan HKG PKK ke-53 dengan penuh kebanggaan.

Runway Budaya yang Tak Lekang Waktu
Parade fashion di halaman Museum Ne’ Gandeng menjadi salah satu momen paling berkesan dalam rangkaian Jambore dan HKG PKK ke-53 Kabupaten Toraja Utara.
Di bawah langit Toraja yang tenang, langkah-langkah di atas “runway budaya” menyampaikan pesan sederhana namun dalam:
bahwa budaya tak akan punah, selama ada generasi yang mencintainya. Dengan semangat “Wastra Toraja Anggun, Kuat, dan Bermakna, TP PKK Toraja Utara menghadirkan kebanggaan baru perpaduan antara tradisi, kreativitas, dan cinta terhadap tanah sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sarita, Tekstil Kuno Dalam Ritus Budaya Toraja

Sarung Sutra Samarinda Berusia 50 Tahun Yang Hampir Punah